Bus AKAP Madinah TransTITIKNOL.BIZ – Kehadiran bus travel yang melayani rute Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan menuju Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah mendapat tanggapan positif dari sebagian masyarakat.
Transportasi tersebut dinilai dapat menjadi alternatif perjalanan bagi warga Bulukumba yang bekerja atau merantau di kawasan industri tambang Morowali.
Sejumlah warga menilai keberadaan armada travel resmi dapat memberikan kenyamanan serta keamanan selama perjalanan antardaerah.
Pendapat tersebut banyak disampaikan masyarakat melalui diskusi di grup Facebook Kabupaten Bulukumba.
Berbagai komentar muncul ketika masyarakat menanggapi aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa PMII Bulukumba terkait operasional bus travel Madinah Trans.
Sebagian warga justru menilai keberadaan layanan transportasi resmi akan memberikan manfaat bagi masyarakat yang sering bepergian menuju Morowali.
“Justru kalau ada travel resmi bisami nyaman ada AC dan ada Jasa Raharja,” tulis Rizal dalam komentar yang dikutip dari Facebook.
Warga Nilai Travel Resmi Lebih Aman
Komentar serupa juga disampaikan akun bernama CCTV Panaloea yang mempertanyakan alasan penolakan terhadap kehadiran bus travel tersebut.
Ia menilai layanan transportasi resmi justru dapat mempermudah mobilitas masyarakat Bulukumba yang bekerja di wilayah Morowali.
Kehadiran armada travel yang dilengkapi fasilitas memadai dianggap dapat meningkatkan kenyamanan penumpang dibandingkan kendaraan yang beroperasi tanpa izin.
Laskar Panrita meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bulukumba bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bulukumba untuk menertibkan travel ilegal yang beroperasi di daerah tersebut.
Desakan tersebut disampaikan Ahmad Sulfajri pada Kamis (12/03/2026) yang menilai aktivitas angkutan tanpa izin semakin marak.
Ia menyebut sejumlah kendaraan travel masih menggunakan plat kendaraan pribadi sehingga tidak terdaftar sebagai angkutan umum resmi.
Kondisi tersebut menurutnya turut berdampak terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor transportasi.
Ahmad Sulfajri juga menjelaskan bahwa sejumlah travel ilegal melakukan penjemputan penumpang langsung serta membuat titik keberangkatan tidak resmi di beberapa lokasi.
Ia menyebut praktik tersebut menciptakan terminal bayangan yang beroperasi tanpa pengawasan dari instansi terkait.
“Mobil yang berkedok travel ini sering membuat terminal siluman dan beroperasi tanpa pengawasan resmi,” ujarnya. ***
Tidak ada komentar