Syahwan Ma’arif. Foto dokTITIKNOL.BIZ – Nama Syahwan Ma’arif mulai banyak diperbincangkan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, setelah terlibat langsung membantu korban kebakaran di Kelurahan Terang-Terang.
Pria yang akrab dipanggil Om Syahwan itu dikenal menggerakkan dapur umum yang menyiapkan makanan bagi warga terdampak serta petugas di lokasi bencana.
Kegiatan tersebut dijalankan melalui komunitas yang dipimpinnya yakni Asosiasi Mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bulukumba.
Relawan dari komunitas tersebut bergotong royong memasak dan membagikan makanan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Aksi sosial itu membuat nama Syahwan semakin dikenal di tengah masyarakat Bulukumba.
Syahwan Ma’arif memiliki perjalanan hidup yang berliku sebelum aktif dalam kegiatan sosial di daerahnya.
Ia lahir di Manokwari pada 6 Juli 1984 dan tumbuh besar di Kabupaten Bulukumba.
Pendidikan dasar ia tempuh di SDN 24 Salemba Bulukumba.
Setelah itu ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Bulukumba.
Pendidikan menengah atas diselesaikannya di SMA Negeri 1 Bulukumba.
Syahwan kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di STIM LPI Makassar.
Sejak muda ia memiliki ketertarikan pada dunia seni terutama musik.
Kegemaran tersebut membuatnya sering menulis lagu di sela aktivitas sehari-hari.
“Saya senang menulis lagu dan sudah merilis lima lagu,” kata Syahwan saat ditemui di Warung Kopi Titik Nol Bundaran Bulukumba, Sabtu, 7 Maret 2026.
Salah satu karya yang paling ia kenang berjudul Lagu Rindu yang juga ia bawakan sendiri.
Sebelum dikenal sebagai penggerak dapur MBG, Syahwan telah meniti karier di berbagai bidang pekerjaan.
Ia pernah bekerja di perusahaan jaringan internet atau Internet Service Provider (ISP).
Pengalaman kerja tersebut kemudian membawanya menjajal sektor pertambangan.
Aktivitas pekerjaannya membuat Syahwan berpindah dari satu daerah ke daerah lain di Indonesia.
Beberapa wilayah yang pernah menjadi tempat kerjanya antara lain Kalimantan, Maluku, Papua, dan Sulawesi Tenggara.
Pengalaman kerja yang luas itu membuatnya terbiasa menghadapi berbagai tantangan pekerjaan.
Dalam perjalanan kariernya ia juga pernah bekerja di sejumlah perusahaan dan lembaga seperti FIF Finance, Bank Pundi, Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, PT Alfa Tekno Pratama, serta PT Alfa Nikel Utama.
Keterlibatan Syahwan dalam program Makan Bergizi Gratis bermula dari informasi yang ia terima dari seorang rekannya bernama Fadli pada awal 2024.
Saat program tersebut mulai diperkenalkan, ia tertarik untuk ikut berpartisipasi sebagai mitra pelaksana.
Setelah mempelajari konsep program tersebut, Syahwan kemudian memutuskan membangun dapur MBG pertama di Jalan Anggrek, Bulukumba.
Keputusan itu diambil meskipun pada masa awal program kondisi pendanaan belum memiliki kepastian yang jelas.
Syahwan mengakui operasional dapur sempat berjalan dalam kondisi penuh ketidakpastian selama beberapa bulan pertama.
Namun keyakinan terhadap manfaat program membuatnya tetap menjalankan dapur MBG hingga sekarang.
Ia menilai program tersebut dapat membantu pemenuhan gizi masyarakat sekaligus membuka peluang kerja di lingkungan sekitar.
Selain aktif dalam kegiatan MBG, Syahwan juga terlibat dalam berbagai aktivitas sosial dan organisasi di daerahnya.
Pada tahun 2026 ia dipercaya memimpin Ikatan Alumni (IKA) SMP Negeri 1 Bulukumba.
Kepercayaan tersebut menambah perannya dalam kegiatan kemasyarakatan di Bulukumba.
Bagi Syahwan, kehidupan memiliki arti ketika seseorang mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Prinsip tersebut menjadi pegangan hidupnya dalam menjalani berbagai aktivitas sosial.
Ia juga menyalurkan hobi bermusik sebagai bagian dari ekspresi kreatif di tengah kesibukan menjalankan berbagai kegiatan.
Biodata Syahwan Ma’arif
Nama Lengkap: Syahwan Ma’arif
Tempat Tanggal Lahir : Manokwari 6 Juli 1984
Pendidikan:
SD : SDN 24 Salemba Bulukumba
SMP : SMP Negeri 1 Bulukumba
SMA : SMA Negeri 1 Bulukumba
Perguruan Tinggi : STIM LPI Makassar
Motto: Hidup adalah tentang memberi manfaat sebanyak mungkin bagi orang lain.
Hobi: Bermusik
Pengalaman Kerja
FIF Finance, Bank Pundi, Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, PT. Alfa Tekno Pratama, PT. Alfa Nikel Utama. ***
Tidak ada komentar