TRENDING

Disdagprin Turun Telusuri Kelangkaan Susu UHT di Bulukumba

2 menit membaca View : 63
Avatar photo
Jabbar Bahring
Kebijakan - 03 Apr 2026

TITIKNOL.BIZ – Dinas Perdagangan dan Perindustrian atau Disdagprin Kabupaten Bulukumba akan turun melakukan pengecekan terkait kelangkaan susu murni jenis UHT dan Fresh Milk.

Hal itu setelah sejumlah Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengeluhkan kelangkaan bahan baku usahanya itu.

“Kita akan cek karena baru kami dengar,”  kata Andi Alfian Mallihungan, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) saat dihubungi Jumat (3/4/2026).

Pihaknya akan turun untuk mengecek langsung kelangkaan susu murni tersebut.

“Kami akan turun mengecek langsung,” tegasnya.

Sebelumnya sejumlah pelaku UMKM di Kabupaten Bulukumba resah dengan kelangkaan susu murni jenis UHT.

Kondisi ini dinilai terjadi secara tiba-tiba karena sebelumnya pasokan bahan baku tersebut relatif stabil sepanjang tahun.

Pemilik AR Dessert and Cake di kawasan Pantai Merpati Bulukumba, Anti Arna, mengaku mengalami kesulitan mendapatkan susu UHT sejak pekan lalu.

Ia menyebut stok bahan utama usahanya telah habis sehingga harus berupaya mencari ke berbagai toko ritel dan minimarket.

“Saya sudah keliling ke minimarket dan toko langganan, tapi semuanya kosong,” ujar Arna.

Menurutnya, hanya beberapa tempat yang masih memiliki stok, namun dengan harga yang sudah mengalami kenaikan.

“Kalau ada, harganya sudah naik karena barangnya langka kami pasti rugi,” katanya.

Arna mengaku heran dengan kondisi tersebut karena selama ini pasokan susu UHT tidak pernah mengalami gangguan berarti.

“Apa yang bikin langka, selama ini tidak pernah terjadi seperti ini,” ujarnya.

Terpaksa Cari Pasokan ke Luar Daerah

Keterbatasan stok di Bulukumba membuat pelaku usaha harus mencari alternatif pasokan dari luar daerah.

Anty mengungkapkan dirinya terpaksa membeli susu ke Kota Makassar agar usahanya tetap bisa berjalan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga produksi dan memenuhi permintaan pelanggan yang tetap tinggi.

Pelaku UMKM berharap ada solusi agar distribusi kembali normal dalam waktu dekat. ***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS