Suasana Lapak UMKM Kawasan Pantai Merpati Bulukumba. Dok TITIKNOL BIZTITIKNOL.BIZ — Sejumlah lapak UMKM di Kawasan Pantai Merpati, Kabupate Bulukumba, Sulawesi Selatan dievaluasi pemerintah daerah.
Hal itu dikarenakan masih terdapat lapak yang tidak dioptimalkan oleh pedagang alias kurang aktif.
Rencana evaluasi yang disampaikan Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Andi Esfar Tenrisukki.
Pemerintah daerah menilai masih banyak lapak yang tidak dimanfaatkan secara optimal oleh pemiliknya.
“Yang jelas akan ada evaluasi untuk memastikan lapak-lapak ini dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Namun di sisi lain, pelaku usaha menilai persoalan utama bukan pada pemanfaatan lapak.
Melainkan rendahnya tingkat kunjungan yang berdampak langsung terhadap pendapatan.
Owner AR Dessert, Anthy Arna, mengungkapkan bahwa aktivitas perdagangan di kawasan tersebut belum menunjukkan geliat yang diharapkan sejak awal dibuka.
Menurutnya, dalam periode tertentu seperti bulan Ramadan, hanya sebagian kecil lapak yang beroperasi.
“Iya, biasanya hanya 4 sampai 5 lapak saja yang buka. Jadi suasananya seperti kota mati,” ujarnya.
Menurutnya biaya operasional seperti bahan baku, tenaga kerja, hingga transportasi tidak sebanding dengan potensi pendapatan yang diperoleh pedagang.
Akibatnya, banyak pelaku usaha memilih menahan aktivitas usaha untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
“Karena sepi pengunjung, pedagang lain berpikir hanya buang-buang bensin kalau tetap buka,” tambah Anthy.
Pelaku usaha berharap adanya peningkatan fasilitas pendukung.
Salah satu kebutuhan yang penting adalah penyediaan kanopi untuk mendukung aktivitas jual beli, khususnya saat kondisi cuaca kurang mendukung. ***
Tidak ada komentar