Foto bersama Jusuf Kalla dan pimpinan dan karyawan. Foto dok Kalla GroupTITIKNOL BIZ — Pengusaha Sulawesi Selatan yang juga wakil presiden dua periode, Jusuf Kalla atau JK akhirnya buka suara setelah namanya diseret dalam isu dugaan kredit macet Rp30 triliun.
JK menegaskan kabar yang beredar tidak sesuai fakta dan hanya membangun opini liar di ruang publik.
Dalam konferensi pers di kediamannya, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026), JK menjelaskan bahwa perusahaan miliknya memang memiliki fasilitas pinjaman perbankan bernilai besar.
Namun seluruh pinjaman tersebut berjalan normal dan tidak pernah bermasalah.
“Perusahaan saya sudah 75 tahun. Tidak satu kali pun pernah kredit macet,” kata JK dengan nada tegas.

Kalla Toyota. Foto dok
Ia menyebut, sejak berdiri puluhan tahun lalu, Kalla Group tidak pernah menunggak cicilan, bahkan sehari pun.
Menurutnya, bank justru memberi pinjaman besar karena melihat rekam jejak usaha yang sehat dan terpercaya.
JK menuturkan, dana kredit itu bukan dipakai untuk kemewahan atau kepentingan pribadi.
Sebagian besar dialokasikan membangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, hingga Sumatera.
Ia mengungkapkan kapasitas proyek listrik yang dikerjakan hampir mencapai 1.500 megawatt.
Nilai investasinya diperkirakan sekitar Rp70 triliun, sedangkan pembiayaan dari bank hanya Rp30 triliun.
“Jadi di mana salahnya kredit Rp30 triliun itu?” ujarnya.
JK juga menepis tudingan bahwa pinjaman jumbo tersebut bermasalah.
Ia menyebut isu itu sengaja digoreng untuk merusak nama baik dirinya dan perusahaan keluarga yang telah lama beroperasi.

Poso Energy Kalla Group
Menurut JK, bila proyek pembangkit yang dikerjakan pihaknya berhenti, dampaknya bisa terasa langsung pada pasokan listrik di beberapa wilayah timur Indonesia dan Sumatera.
“Kalau kami berhenti, bisa gelap itu Sulawesi. Bisa gelap Sumatera,” tegasnya.
Ia turut menyayangkan dugaan bocornya data kredit perusahaan ke publik.
Menurutnya, informasi perbankan semestinya bersifat rahasia dan tidak boleh disebarluaskan sembarangan. ***
Tidak ada komentar