Produksi Gabah di Bulukumba Tertekan, Satgas Pangan Diminta Gercep

2 menit membaca View : 128
Avatar photo
Tim Redaksi
Pasar - 23 Apr 2026

TITIKNOL BIZ — Satgas Pangan diminta segera mengambil langkah cepat menyusul dampak fenomena El Nino yang mulai menekan produksi gabah dan rantai pasok pangan di Kabupaten Bulukumba.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu gangguan pasokan beras jika tidak segera diantisipasi.

Ketua Badan Tani dan Nelayan Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan, A. Atnan, mengatakan sejumlah pelaku usaha penggilingan padi disebut mulai kesulitan menyerap gabah petani akibat harga yang terus meningkat.

“Penggiling besar dengan kapasitas serapan ratusan ton pun mulai kesulitan mengikuti harga gabah yang kini mencapai Rp7.500 per kilogram,” ujar Atnan dalam keterangannya, Kamis (23/4).

Menurutnya, persoalan tersebut menjadi sinyal melemahnya daya tahan sistem pangan daerah.

Jika penggilingan mulai mengurangi pembelian bahan baku, maka pasokan beras ke pasar dikhawatirkan ikut terdampak dalam waktu dekat.

Ia menjelaskan, harga gabah yang tinggi otomatis mendorong kenaikan biaya produksi beras.

Dengan rata-rata rendemen gabah hanya sekitar 50 hingga 54 persen, harga beras di pasaran ikut naik dan kini disebut telah menyentuh Rp14.000 per kilogram.

Selain tekanan harga, Bulukumba juga menghadapi derasnya arus keluar gabah ke sejumlah daerah lain seperti Sidrap dan Pinrang.

Daerah tersebut disebut memiliki kekuatan modal lebih besar sehingga mampu membeli gabah dengan harga lebih tinggi.

Jika kondisi ini terus berlangsung, Bulukumba dikhawatirkan kehilangan bahan baku bagi penggilingan lokal sekaligus kehilangan nilai tambah ekonomi dari hasil panennya sendiri.

Atnan meminta Satgas Pangan bersama Pemerintah Kabupaten Bulukumba melakukan pemantauan aktif terhadap distribusi gabah.

Memprioritaskan serapan untuk penggilingan lokal, serta memperkuat peran Bulog sebagai penyangga stok.

Ia juga menyoroti kualitas gabah dalam dua musim terakhir yang dinilai belum optimal, baik saat curah hujan tinggi maupun ketika kekeringan.

Rendemen yang rendah disebut turut memengaruhi jumlah beras yang tersedia di pasar.

“Dampak El Nino memang tidak bisa dicegah, tetapi masih bisa dikelola jika langkah cepat diambil mulai sekarang,” katanya. ***

Tim Penyusun

Avatar photo
Tim Redaksi
Reporter
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS